pengalaman jalan jalan ke jepang
Hitemen2, vlog kali ini, gw cm share dikit mengenai pas pengalaman gw jalan2 ke Jepang. Mudah2an kalian suka yah.Subscribe, share, like & comment.Thank you
Tothe Promised Land. Jalan-jalan ke Jepang ini adalah perjalanan perdana gw ke luar negeri. Jalan-jalan ini tanpa agen travel, itinerary ke jepang selama 9 hari ini disusun sendiri oleh teman yang sering bolak-balik ke Jepang. Di perjalanan ke jepang ini gw menuju berbagai kota: Tokyo, Osaka, Kyoto, dan terakhir Fuji.
Jadijalan-jalan itu selalu seru dan menyenangkan. Nah yang ke Jepang kemarin, ada 1 yang baru ikut. Dan entah kenapa suasana jalan-jalan nya itu sangat tidak mengenakan. Semua pada egois, tidak mau mengalah, kalau akhirnya mengalah pun, suasananya tetep jadi ga enak.
Mulaidari alat mandi, pernak-pernik, sampai alat rumah tangga. Harganya pun tak lebih dari 15.000 rupiah saja/item. Dengan mengikuti tips jalan jalan ke Jepang di atas, saya rasa dengan budget 9 juta kamu sudah bisa menikmati keindahan Negeri Sakura. Jadi tunggu apalagi, angkat ranselmu dan segera jelajahi Jepang sekarang juga!
Paspordan visa Seperti biasa kalau mau jalan ke luar negeri kita harus punya paspor. Bagi yang sudah punya e-paspor, untuk ke Jepang sekarang tidak perlu mengurus visa. Tapi bagi yang paspornya masih biasa seperti saya, harus urus visa. Biaya pengurusannya Rp 310.000,. Dilakukan di kedutaan Jepang (silakan digoogle saja alamatnya).
Site De Rencontres Ile De France. Review naik pesawat JAL ke Jepang ini saya buat karena sebelumnya saya sudah bikin review naik pesawat ANA di βRasanya Naik Pesawat ANA?β . Nah, silakan bagi kamu yang bingung mau naik yang mana di antara All Nippon Airways ataupun Japan Airlines, bisa membaca review kedua penerbangan jempolan dari Jepang ini. Duh, sudah berkali-kali naik penerbangan terbaik Jepang, tapi belum pernah naik Garuda Indonesia nih. Kedip-kedip siapa tahu dapat sponsor ke Jepang dari Garuda Indonesia, he-he-he. Berikut ini adalah sedikit cerita pengalaman saya naik pesawat ke Jepang dengan JAL. Soekarno Hatta Internasional Terminal 2 β Bandara Narita Internasional Terminal 2 /JAL 726 4 Maret 2017 2125 WIB 5 Maret 2017 0635 waktu Jepang Sayangnya, saya nggak bisa membocorkan harga tiket pesawat Japan Airlines. Maklum, semua dibiayai oleh sponsor. Jadi, saya akan membahas tentang pengalaman saya naik pesawat JAL saja ya. ^^ Karena ini bukan kali pertama naik pesawat milik Jepang, saya sudah sedikit santai. Pertama, dari segi keamanan saya sudah sangat yakin sehingga lebih tenang dan bisa duduk cantik di kursi tanpa deg-degan lagi. Ternyata di luar dugaan, banyak lho orang Indonesia yang naik pesawat ini! Saat duduk di kelas ekonomi, rasanya seperti nggak ada orang Jepang nya. Karena sebagian besar penumpanganya adalah orang Indonesia. Kursinya terbagi dalam urutan 2-3-2. Sialnya, saya dapat yang tiga banjar dan dapat kursi di tengah. Jadi susah gerak deh. Namun, memang yang selalu saya keluhkan adalah tempat duduknya kurang nyaman. Selama perjalanaan saya nggak bisa tidur sama sekali. Jadi sampai di Jepang saya jadi zombie! Soal makanan, saya mendapatkana makanan khas Jepang. Sayangnya, untuk rinciannya saya kurang begitu ingat karena ngatuk berat tetapi nggak bisa tidur. Alhasil saya hanya makan salad dan buahnya saja. Bayangkan kamu dipaksa sarapan saat masih dini hari begitu, wkwk. Maklum, namanya juga penerbangan malam. Makan pokok saya saya berikan untuk penumpang di kursi sebelah. Kalau tidak salah, makanan utama berupa miso soup dan soba. Kamu juga mendapatkan satu set Yakult. Minuman lain yang ditawarkan adalah wine, kopi, jus, dan teh. Bandara Narita Terminal Internasional Terminal 2 β Soekarno Hatta Internasional Terminal 2 /JAL 729 16 Maret 2017 1800 waktu Jepang 17 Maret 2017 0010 WIB Sementara itu, pengalaman balik ke Indonesia ini lebih kerasa Jepangnya. Karena mayoritas penumpang di kelas ekonomi juga orang Jepang. Saya sendiri duduk berdampingan dengan seorang nenek dari Jepang. Kami asik mengobrol saat makan malam. Untuk menunya, saya tidak memfoto karena sudah tepar berhari-hari jalan kaki di Jepang. Kalau dihitung-hitung, sepertinya jauhnya jalan kaki saya di Jepang selama 12 hari ini sama seperti jumlah jalan kaki saya di Indonesia selama 1 tahun! He-he-he. Maklum suka mager di tempat tidur. Ada catatan yang bisa kamu jadikan referensi jika akan terbang dengan JAL. Check-in sendiri di tempat yang disiapkan saat naik pesawat JAL ke Jepang Apakah JAL melayani check-in penumpang? Sebenarnya, mereka melayani check-in penumpang, khususnya untuk penumpang luar Jepang yang sering kebingungan. Saat berangkat, saya dibantu untuk check-in oleh petugas check-in barang. Ampun ya mas. Barulah saat balik ke Indonesia, saya menyempatkan waktu untuk hangout di Bandara Narita dan mempelajari semuanya biar nggak gaptek lagi. Saya sengaja datang dua jam sebelum waktu check-in barang untuk muter-muter mengagumi arsitektur bandara dan mempelajari teknologinya. Hangout di Salah Satu Kafe di Narita Saya juga belanja oleh-oleh, makanan sore di kafe, hingga mencoba coin locker bandara. Akhirnya, melihat sebuah alat untuk check-in sendiri. Yang kamu butuhkan adalah paspor. Kamu cukup men-scan paspor dan memasukan kode booking. Maka sudah bisa check-in di sini. Nggak perlu antre panjang dan kamu juga bisa milih tempat duduk. Di sini disediakan banyak tempat check in mandiri, jadi makin nyaman deh. Barulah setelah mendekati waktu boarding, saya melakukan check-in bagasi. Perhatikan barang bawaan saat naik pesawat JAL ke Jepang Oh iya, saat akan terbang masuk ataupun keluar dari Jepang, kita nggak boleh membawa sayuran hidup dan tanaman lain sepeti bunga ya. Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit tanaman, baik masuk atauun keluar dari Jepang. Jadi disortir lagi barang yang kamu bawa sudah sesuai dengan kebijakan atau belum. Artikel Terkait Tips Lolos Imigrasi dengan Bebas Visa Jepang Tips Menginap di Bandara Internasional Kansai Gratis Cara Mudah Transfer Pesawat Domestik ke Internasional di Bandara Haneda Inilah sedikit review pengalaman naik pesawat ke Jepang JAL. Semoga bisa menjadi sedikit gambaran buat kamu yang mau backpacker ke Jepang, Jadi begini ya rasanya naik pesawat ke Jepang? ha-ha-ha. Senang dengan review ini? Bagikan dengan teman dan travel buddies Anda dengan menggunakan tombol social media share dibawah ini!
Sebelum mewabah di Indonesia, COVID-19 sudah lebih dulu mendarat di Jepang. Kala itu, kasus positif COVID-19 di Jepang belum sebanyak sekarang dan orang-orang masih beraktivitas seperti biasa. Sama halnya dengan masyarakat Indonesia yang masih santuy karena belum adanya kasus COVID-19. Meskipun begitu, agenda wisata ke negara yang terpapar COVID-19 tetap menimbulkan dilema, lho. Kami pun mewawancarai salah satu traveler yang wisata ke Jepang pada bulan Februari 2020 lalu. Ita-san, seorang pecinta travelling ini bakal berbagi pengalaman ke Jepang saat wabah COVID-19. Kira-kira, seperti apakah respon masyarakat dan pemerintah Jepang saat COVID-19 mulai merebak di negaranya? Berikut ini hasil bincang-bincang kami dengan Ita-san. Hi, boleh kenalan dulu dengan pembaca Hi, aku Tri Puspitasari, akrab dipanggil Ita/Itok/Ipus dan punya hobi jalan jalan dan menulis. Boleh dijelaskan kapan ke Jepang, tujuan ke mana saja, dan berapa lama di sana? Perjalanan 20-24 Februari 2020. Sampai Jakarta 25 Februari 2020 karena perjalanan pulang merupakan penerbangan tengah malam. Selama di Jepang menginap di daerah Asakusa. Objek wisata yang dikunjungi sekitaran Tokyo seperti Shibuya, Hachiko, Ginza. Juga menempuh perjalanan menggunakan JR Tokyo Wide Pass ke Kawazu dan Gala Yuzawa. Apa saja sih persiapan yang kamu lakukan saat akan liburan ke negara yang terpapar COVID-19? Update informasi seputar kondisi di negara tujuan dari Erni teman yang tinggal di Jepang. Jaga kesehatan sejak masih di Indonesia. Beberapa hari sebelum berangkat, kami memaksimalkan peningkatan daya imun. Kami juga membawa hand sanitizer, masker, cairan alkohol, dan tablet multivitamin. Dengar-dengar ke Jepang dengan teman-teman? Saat mendengar tentang COVID-19, bagaimana respon kamu dan teman-teman? Terus terang, aku sendiri panik dan sempat ada pikiran pengin membatalkan. Namun, merasa agak sayang saja karena dapat tiket promo ke Jepang yang murahnya kebangetan mendapatkan promo tiket setahun sebelumnya-Red. Selain itu dalam trip ini, akulah yang membuat itinerary jadi sangat berat rasanya kalau harus di-cancel. Belum tentu di lain kesempatan bisa dapat tiket semurah itu. Aku terus berkomunikasi dengan Erni. Dari Erni aku mendapat update bagaimana kondisi Jepang saat ini. Jumlah positif COVID-19 di sana bertambah tapi jumlahnya masih sedikit dan belum red zone. Darinya aku disarankan untuk senantiasa menjaga kebersihan. Ternyata diam-diam, teman-teman aku pun mencari informasi seputar kondisi Jepang saat itu. Bedanya, mereka tetap mantap untuk maju. Jadilah aku termotivasi dan semangat lagi untuk ke Jepang. Akhirnya usaha preventif kami lakukan dengan maksimal. Menjaga kebersihan jelas. Kami membawa hand sanitizer kemana-mana. Selain itu kami juga membawa semprotan alkohol yang kami gunakan untuk menyemprot apa pun yang bersinggungan dengan kami. Pakai masker. Saat pulang ke penginapan, semua barang yang kami bawa dari luar, termasuk winter coat, kamu semprot alkohol, berikut dengan seisi kamar. Kami juga meminimalisasi makan di luar dan memilih masak sendiri. Bagaimana kondisi Jepang saat kamu ke sana saat ada wabah COVID-19? Mohon dijelaskan kesan kamu dengan cara orang Jepang dalam menyikapi COVID-19? Sudah mulai ada beberapa yang positif COVID-19. Cuman belum banyak. Mereka juga sudah dikarantina, jadi agak lega. Kondisinya juga habis ada yang berita kapal yang penumpangnya ada yang positif COVID-19 Diamond Princess-Red, terus satu kapal dikarantina. Dapat informasi dari Erni kalo nanti di pesawat ada satu saja penumpang yang panas dan menunjukkan tanda-tanda COVID-19, langsung seisi pesawat karantina 14 hari dan nggak boleh masuk Jepang. Kami masih berani maju, positive thinking itu sangat diperlukan. Cuma ya agak konyol juga waktu persiapan membawa pakaian yang seenggaknya bisa untuk 14 hari, jaga-jaga kalau dikarantina, he-he. Kalau aku lihat, kesadaran dari warga Jepang sendiri sudah tinggi. Jadi mereka semua pakai masker, baik wisatawan maupun yang jualan di objek wisata. Dalam hal kebersihan juga. Jadi, pemerintah dalam menerapkan kebijakan pencegahan COVID-19 menjadi lebih mudah. Pemerintah Jepang juga lebih ketat. Meski sedang ada wabah COVID-19, adakah pengalaman berkesan selama liburan ke sana? Liburannya sangat berkesan. Senang banget bisa lihat sakura mekar dan salju sekaligus di satu waktu. Benar-benar momen langka. Seneng banget akhirnya bisa naik shinkansen. Pokoknya memberikan pengalaman banget lah, posisi ini juga trip pertama yang mana aku dapat job desk bikin itinerary. Apalagi waktu itu juga buka jastip dan merupakan pengalaman pertama dalam hal buka jastip. Merasa tertantang juga karena gimana caranya bisa survive di tengah kondisi yang agak mencekam waktu itu. Pokoknya trip ini benar-benar membuat aku keluar dari zona nyaman. Dan yang aku yakini, orang yang berani keluar dari zona nyaman berarti sudah berhasil naik ke anak tangga selanjutnya. Adakah tips yang ingin kamu share dengan pembaca Tips dari aku, kalau mau liburan ke Jepang, karena kondisi sekarang sudah seperti ini ya ditunda dulu saja nanti kalau dunia sudah benar-benar aman dari COVID-19. Nanti pun ketika sudah bisa jalan-jalan lagi, lanjutkan untuk memiliki gaya hidup bersih dan sehat, jangan hanya saat ada COVID-19 saja. Yang paling penting juga adalah jangan panik dan tetap positive thinking. Percayalah dengan positive thinking itu membantumu dalam banyak hal. Bahkan orang yang secara fisik sehat saja bisa sakit karena panik dan negative thinking. Satu lagi, buat kamu yang ingin ke Jepang, ada baiknya memilih akhir bulan Februari. Di momen itu kamu bisa melihat sakura mekar berjenis kawazu sakura dan salju sekaligus. Dan buat menghemat bujet, ada baiknya menggunakan JR. Ini akan menolongmu banget kalau kamu menuju destinasi wisata Jepang yang jauh-jauh seperti Kawazu dan Gala Yuzawa seperti aku kemarin. Dari wawancara pengalaman ke Jepang saat wabah COVID-19 ini, kita bisa memetik pelajaran bahwa langkah preventif sangat diperlukan. Ita-san dan teman-temannya pulang ke tanah air dengan selamat dan kondisi tubuh yang sehat karena melakukan langkah-langkah pencegahan. Kita pun juga bisa harus belajar untuk tidak panik, tetapi selalu waspada dan senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Nah, untuk saat ini kita DiRumahAja dulu ya. Kamu bisa mengisi aktivitas DiRumahAja dengan bikin masker Daiso DIY, lho. Nanti, jika pandemi COVID-19 sudah berakhir, kita bisa wisata ke Jepang lagi!!!! Senang dengan artikel ini? Bagikan dengan teman dan travel buddies Anda dengan menggunakan tombol social media share dibawah ini!
Jepang itu negara yang terkenal mahal. Semuanya mahal disana, mulai dari akomodasi, transportasi, makanan, dll. Rata-rata orang yang liburan ke Jepang itu budget nya sekitar 15-20jt. Tapi percaya ga, waktu saya ke Jepang bulan Juli 2019 kemarin, saya menghabiskan uang sekitar 10jt untuk ke Jepang selama 7 hari. Itu udah all-in sama tiket pesawat, visa, belanja, dll. Tips 1 Cari Tiket Pesawat ke Jepang Semurah Mungkin Singapore Airlines Tiket pesawat bagi saya itu sangat krusial. Biasanya kalau saya jalan-jalan, saya pasti mencari tiket pesawat semurah mungkin. Karena kalau beli tiket pesawat promo biasa bukan banget bedanya sama tiket pesawat promo banget, itu bedanya bisa 1-2jtan. Lumayan kan, hemat 1-2jt? Jadi dalam kamus saya, tiket pesawat itu dibedakan menjadi 3 jenis tiket pesawat harga normal, tiket pesawat harga promo, tiket pesawat harga promo banget. Misalnya nih, tiket pesawat ke Osaka itu biasanya sekitar 5-6jtan. Kalau lagi promo ke Osaka itu sekitar 4jtan. Nah waktu itu saya nemu yang lagi promo banget, harganya 3,4jt. Berasa kan bedanya? π Itu naik pesawat Singapore Airlines. Buat yang mau tau gimana ceritanya bisa dapat harga segitu dan pengalaman saya naik Singapore Airlines ke Jepang, bisa baca disini ya. Tips 2 Menginap di Penginapan Murah di Jepang Rumah khas Jepang Saya dan teman-teman saya itu bisa dibilang Flashpacker. Ketika mencari penginapan, kami mencari yang murah dan nyaman. Biasanya kalau penginapan kami mencari di Airbnb. Cari yang budget nya itu sekitar per malam per orang. Karena di Jepang itu penginapannya mahal-mahal, kami agak kesulitan menemukan airbnb yang nyaman dan masuk ke budget. Kenapa airbnb? Karena airbnb itu ada diskon untuk first user sebesar $33. Lumayan banget kan? Waktu itu demi dapat diskon ini, teman saya ada yang sampai bikin akun baru gitu LOL π Akhirnya kami pun menemukan airbnb di Kyoto dengan harga per malam per orang. Untuk airbnb di Osaka, kami dapat harga per malam per orang. Itu harganya sudah dipotong diskon semua. Tips 3 Jangan Terlalu Sering Pindah-Pindah Kota While waiting for the train Seperti yang sudah kita ketahui, transportasi di Jepang itu mahal. Transportasi di dalam kota aja biasanya sudah mahal, apalagi antar kota. Ya memang sudah ada JR Pass yang bisa cover transportasi seluruh Jepang. Tapi JR Pass juga harganya lumayan mahal. Waktu itu kebetulan karena saya dapat tiket pesawat ke Jepang nya yang lagi promo itu ke Osaka, jadi saya putuskan untuk main di Osaka dan Kyoto saja. Teman saya ada yang pengen juga ke Tokyo. Tapi Tokyo itu jauh banget dari Osaka. Dengan waktu dan budget yang terbatas, saya pun menyarankan agar kami fokus jalan-jalan ke Osaka dan Kyoto saja. Tidak hanya itu, selama di Jepang kami juga lebih sering jalan kaki dibanding naik transportasi. Rata-rata sekali naik MRT itu sekitar 30rban. Berasa juga kan? Karena itulah, jadinya saya bisa hemat budget transportasi nya. Total pengeluaran saya untuk transportasi di Jepang Osaka dan Kyoto selama 7 hari ialah sekitar Tips 4 Cari Tempat Wisata Gratis atau Promo Tiket Atraksi Universal Studios Japan Di Jepang ada begitu banyak tempat wisata, ada yang gratis, ada yang bayar. Sebisa mungkin saya sih pergi ke tempat wisata yang gratis. Untungnya kalau di Kyoto itu tempat wisata nya kebanyakan gratis semua, misalnya Fushimi Inari Taisha, Arashiyama Bamboo Forest, dan Yasaka Shrine. Kalau bayar itu harus tempat wisata yang worth it banget untuk dikunjungi, misalnya Universal Studios Japan dan Osaka Aquarium Kaiyukan di Osaka. Nah tapi tempat wisata yang bayar itu juga, saya cari tiket yang lagi promo nya. Saya biasanya sering cek di Klook. Ada banyak promo menarik dari Klook, seperti kemarin ini ada promo Buy 3 Get 1 Universal Studios Japan. Lalu setelah beli tiket USJ di Klook, saya dikasih kode kupon untuk mendapatkan diskon 3% Osaka Aquarium Kaiyukan. Si Klook ini tau aja kalau kami juga mau ke Osaka Aquarium, jadi dikasih diskon 3% π Kami pun jadi beli tiket Osaka Aquarium di Klook lagi. Oh ya, saya juga beli kartu transportasi ICOCA Card dan kereta dari Kansai Airport ke Kyoto di Klook. Lumayan, jadi lebih hemat π Oh ya, kamu juga bisa pakai kode promo ini SWEETSAVING untuk mendapat diskon 15%. Promo berlaku sampai 20 Maret 2020. Untuk pengguna baru bisa pakai kode promo ini NEWS4KUR4 untuk mendapat diskon 8% dengan maksimum potongan Rp350,000 minimum pembelian Rp Rp1,000,000. Promo berlaku dari 21 Februari β 30 April 2020. Tips 5 Beli Makanan di Convenience Store Yakitori Sate Ayam di Lawson. Very recommended! Bisa dibilang kami itu cukup boros kalau urusan makanan. Rata-rata sekali makan di restoran Jepang itu berkisar antara β Tapi kami biasanya makan sekali sehari aja yang mewah nya, atau 2 hari sekali. Sisanya sih beli di pinggir jalan gitu aja. Bahkan pas hari terakhir saya di Jepang, waktu itu sisa uang saya cuma tinggal sekitar 600 yen alias sekitar Karena makanan di airport mahal-mahal, akhirnya saya beli makan di Lawson yang harganya 450 yen. Saya juga beli sate ayam di Lawson ini enak banget sumpah! yang harganya 130 yen. Makanan di Convenience Store di Jepang itu enak juga loh. Saya sih paling suka sate ayam nya, wajib harus coba banget ketika di Jepang. Very recommended! π Tips 6 Belanja oleh-oleh di Don Quijote Don Quijote Dotonbori Don Quijote itu bisa dibilang surganya belanja deh kalau di Jepang. Apapun ada disini, PALUGADA gitu deh. Tokonya tersebar dimana-mana di segala penjuru kota di Jepang. Bahkan ada juga di Singapore loh. Kalau di Osaka, waktu itu saya ke Don Quijote yang di Dotonbori dan Namba. Don Quijote itu menarik banget karena tidak hanya barangnya yang super lengkap, tapi harga nya juga murah banget. Saya sendiri sudah cek barang-barang di drugstore atau toko lain, ternyata Don Quijote harganya memang benar lebih murah π Ditambah mereka suka kasih kupon diskon fisik dan digital. Diskonnya itu sebesar Yen untuk pembelanjaan min Yen. Ada juga yang diskonnya sebesar 500 Yen untuk pembelanjaan min Yen. Karena waktu itu saya sewa modem wifi Jepang dari Passpod, dan Passpod ini kerja sama dengan Don Quijote, jadi saya dikasih kupon diskon fisik nya Don Quijote dari Passpod π Tidak hanya itu, saya juga bisa akses kupon diskon digital nya Don Quijote di web Promo nya Passpod. Tapi waktu itu saya cuma pakai kupon diskon fisik nya saja. Itulah 6 tips hemat yang saya lakukan agar bisa menekan budget jalan-jalan di Jepang. Walau flashpacker, saya tetap bisa menghemat biaya liburan di Jepang tapi tetap mengutamakan kenyamanan selama di Jepang. Tips hemat ini bisa kamu coba juga untuk liburan hemat versi kamu di Jepang. Feel free untuk sharing tentang tips hemat lainnya ya π
Ketika Anda memutuskan untuk berlibur ke Jepang, maka Anda ingin mencari banyak informasi terkait dengan liburan Anda ke Jepang. Anda bisa mencari banyak referensi dari buku, artikel dan banyak sumber lainnya yang relevan. Hal ini akan sangat membantu Anda saat memutuskan perjalanan Anda ke Jepang. Pengalaman Jalan-Jalan Ke Tokyo Jepang Pertama Kali Walaupun ada beberapa catatan dalam perjalanan saya ke Jepang, namun secara umum Jepang memiliki kota-kota yang sangat indah dan menyenangkan, termasuk Tokyo. Berikut ini beberapa hal menarik yang ada di Jepang. Semoga bisa membantu Anda menyusun liburan! Hal Menarik Di Tokyo Tokyo, sebagai ibukota Jepang yang menjadi simbol kehidupan modern memberikan banyak kesan futuristik bagi pendatang. Namun, di balik megahnya Tokyo yang modern itu, masih terdapat keindahan kota tua yang eksotis dan cantik. Tokyo juga menjadi sebuah tempat terbaik untuk urusan perut. Anda bisa berburu banyak makanan Jepang yang unik dan menggiurkan. Ada banyak sekali pilihan makanan unik yang bisa Anda coba di Tokyo. Tidak hanya itu, Tokyo juga memberikan kesempatan untuk merasakan kenyamanan berbelanja dengan banyaknya tempat belanja terpadu. Berapa Lama Waktu Yang Dibutuhkan Di Tokyo? Untuk berlibur di Tokyo, rasanya waktu yang lama pun tidak cukup untuk Anda. Namun, kami merekomendasikan waktu ideal untuk berlibur ke kota ini, yaitu selama 5 hari saja, terutama dengan paket yang kami tawarkan. Kesan Pertama Jalan-Jalan Ke Tokyo Berikut ini beberapa tempat di Tokyo bagi yang ingin berjalan-jalan. Tsukiji Fish Market, yang merupakan pasar ikan di Jepang dan merupakan pasar ikan terbesar di dunia. Museum di Tokyo, yang terdiri dari Tokyo National Museum, Mitsubishi Ichigokan Museum Tokyo Station Area, Nezu Museum Harajuku/ Aoyama dan Tokyo Metropolitan Teien Art Museum. Wisata alam di Tokyo yang terdiri dari Shinjuku Gyoen Garden, Meiji Jingu Shrine, Nezu Museum, Institue for Nature Study, dan Tokyo Metropolitan Teien Art Museum. Candi dan kuil, seperti Meiji-jingu, Yasakuni-jinja, Kanda Myokin, Asakusa-jinja, Toshogu-jinja, Nogi-jinja, dan Namiyoke Inari-jinja. Ada pula candi budha seperti Senso-ji, Zenkou-ji, Yushima Seido, dan Zojo-ji. Aktivitas Bersama Anak Di Tokyo Ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi, antara lain adalah Disneyland Tokyo, DisneySea Tokyo, Odaiba Tokyo da Ghibli Museum. Tempat-tempat ini merupakan tempat wisata yang baik untuk anak-anak dan keluarga. Wisata Belanja Kota Tokyo Anda juga bisa berbelanja di kota yang satu ini. Ada beberapa daerah di Tokyo yang bisa menjadi destinasi wisata belanja Anda, yaitu Ginza, Mitsukoshi Department Store yang terletak di Nohombashi, Shibuya, dan Shinjuku. Dijamin, Anda akan merasakan asyiknya belanja di sana. Tentunya jawabannya tergantung pada budget dan isi kantong Anda. Anda bisa mengikuti beberapa paket wisata ke Jepang yang tentunya memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan berangkat sendiri karena paket wisata sudah kerjasama dengan maskapai penerbangan dan hotel. Anda bisa mencari banyak tempat yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Biasanya, ada beberapa penginapan yang nyaman dan memiliki cita rasa khas jepang yang tradisional namun sangat cantik. Anda juga bisa menginap di beberapa hotel berbintang. Kapan Waktu Liburan Terbaik Ke Tokyo? Kami sarankan Anda untuk liburan ke Tokyo kapan pun. Tokyo memiliki pesonanya tersendiri setiap musim. Namun, jika Anda ingin merasakan asyiknya menonton bunga Sakura yang mekar, Anda bisa berkunjung pada musim semi. Nah, itu tadi beberapa hal yang penting untuk dipertimbangkan sebelum berangkat ke Tokyo. Semoga, liburan Anda aman dan menyenangkan, ya!
pengalaman jalan jalan ke jepang